The AdSense Quadrant

AdSense Quadrant Images

There’s No Free Lunch

Pernah mendengar kalimat di atas? Jika belum, itu pepatah Jawa yang berarti “tidak ada sesuatu yang gratis”. Maksudnya? Ya itu, hampir semua yang ada di dunia ini tidak bisa didapatkan secara gratis. Jangankan untuk mendapatkan sesuatu, untuk membuang sesuatu saja kita harus bayar kok. Buang sial misalnya, dengan pergi ke dukun dan minta dijampi-jampi pakai kembang tujuh rupa, hehehe.

Dalam dunia bisnis, termasuk pula bisnis internet, pepatah ini juga berlaku. Menilik ke lingkup yang lebih kecil pun, dunia AdSense, tidak berbeda jauh.

Mari berteori sebentar.

Ada tiga elemen yang saya yakini dapat mempengaruhi penghasilan AdSense kita, yaitu faktor usaha, cara kerja, dan biaya.

  1. Faktor Usaha menentukan seberapa keras kita berusaha (how hard we work). Umumnya, faktor usaha berbanding terbalik dengan faktor biaya. Publisher yang ingin menekan pengeluarannya mau tidak mau wajib menggantinya dengan usaha yang lebih keras. Faktor ini juga berbanding terbalik dengan usaha karena biasanya, publisher yang mengandalkan usaha tidak terlalu ambil pusing dengan efektivitas kerjanya.
  2. Faktor Cara Kerja menentukan seberapa efektif kita bekerja (how smart we work). Berkaitan erat dengan penggunaan tool. Secara natural, ia akan berbanding terbalik dengan faktor usaha karena dengan meningkatnya efektivitas maka waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan dapat ditekan. Di sisi lain, faktor biaya adalah sahabatnya alias ia berbanding lurus dengan faktor tersebut, karena seringkali, untuk meningkatkan efektivitas kerja, seorang publisher membutuhkan sumber daya lain yang hanya bisa didapat dengan mengeluarkan uang.
  3. Faktor Biaya menentukan seberapa besar jumlah pengeluaran kita, baik untuk mendukung cara kerja maupun untuk promosi. Secara umum ia akan berbanding lurus dengan faktor cara kerja, namun ada kalanya mengalami pemutarbalikan. Sedangkan untuk faktor usaha dapat dipastikan bahwa ia berbanding terbalik dengan faktor biaya, karena alasan utama seorang publisher berfokus kepada faktor biaya adalah memang untuk menekan usaha yang perlu dilakukannya.

Meskipun berbanding terbalik, faktor yang berada di posisi bawah PASTI tetap ada nilainya alias tidak mungkin ada faktor yang benar-benar diabaikan. Publisher yang mengeluarkan biaya banyak untuk promosi pun masih tetap melakukan usaha (membuat landing pages, mencari keyword, merancang iklan, dll) dan bergantung pada cara kerja (manual, keyword analystic tool, ebook, dll).

Dengan berpatokan pada aturan di atas, maka ada empat jenis bisnis AdSense berdasarkan publishernya. Empat bagian ini saya sebut dengan The AdSense Quadrant atau kuadran AdSense. Biar keren gitu.

The AdSense Quadrant Images

  1. Kuadran I adalah publisher yang murni mengandalkan usaha dan kerja keras secara manual dengan biaya seminimal mungkin (hanya untuk hosting dan domain misalnya). Content tidak jarang berupa copy-paste, sedang penggunaan tool terbatas pada hal-hal yang mendasar dan / atau memang tidak bisa dihindari penggunaannya. Publisher di kuadran ini biasanya memiliki situs bertipe blog.
  2. Kuadran II adalah publisher yang masih bekerja secara manual namun mulai memanfaatkan tool untuk membantu cara kerja mereka, seperti tool-tool untuk analisa keyword, CMS, dan sebagainya. Jadi, tool-tool yang digunakan ditujukan sebagai dasar pembuatan content. Contentnya sendiri sudah bersifat semi / original, sedang pengeluaran biaya masih terbatas pada pembiayaan tool (monthly subcribtion, script purchasing, dll) atau pengadaan content (ghost writer).
  3. Kuadran III adalah publisher yang sepenuhnya bertumpu pada penggunaan tool dan hanya menggunakan usaha tradisional / manual seperlunya. Penggunaan tool 90% untuk keperluan pembuatan dan penyajian content. Situs-situs bertipe semi-generated content termasuk di antara situs-situs milik publisher di kuadran ini. Untuk promosi juga sudah mulai dilirik walaupun belum maksimal. Biasanya terbatas untuk tujuan promosi belaka, bukan untuk membalikkan modal.
  4. Kuadran IV adalah publisher yang sepenuhnya mengandalkan tool dan promosi. Usaha manual dilakukan seminimal mungkin, biasanya hanya terbatas pada usaha untuk penggunaan tool dan pendukung kegiatan promosi. Contoh jenis situs milik publisher di kuadran ini adalah situs-situs yang bertema web service, affiliate product sales, dan sebagainya.

The AdSense Quadrant ini tidak hanya menunjukkan cara kerja publisher AdSense melainkan juga potensi penghasilannya. Semakin tinggi posisinya di dalam kuadran, semakin besar pula potensi penghasilan seorang publisher AdSense. Angka yang tertulis di bawah tanda kuadran di atas adalah perkiraannya.

Seandainya Anda saat ini masih berada di kuadran I misalnya, tidak perlu berkecil hati karena nilai yang tercantum di atas sekali lagi adalah perkiraan saja. Tidak sedikit yang bisa menembus batas tersebut, walaupun secara pribadi saya akan memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang memiliki peruntungan tinggi. Siapa tahu Anda adalah golongan mereka :)
Nah, termasuk kuadran manakah Anda?

Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 9 July 2007. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.

Posted by admin, filed under Bisnis Online. Date: December 13, 2007, 7:26 am | No Comments »

Berbisnis Domain Parking Tanpa Modal

Berkecimpung di bisnis domain parking memang menggiurkan. Siapa yang tidak ngiler apabila penghasilan ratusan juta bukanlah angan-angan. Namun di luar biaya internet, kebanyakan program parkir domain mensyaratkan kita untuk mengeluarkan modal terlebih dahulu. Misalnya Parked, dimana kita harus memiliki 10 domain terlebih dahulu sebelum mendaftar. Atau WhyPark, dimana kita wajib membayar $99 per tahun sebelum diperbolehkan memparkir domain kita di lahan mereka. Kalo yang ini malah belum termasuk biaya domainnya itu sendiri. Nah pertanyaannya, mungkinkah bisnis domain parking dijalankan tanpa harus mengeluarkan modal terlebih dahulu?

Jawabannya YA, ada alternatif cara untuk berbisnis parkir-memparkir tanpa harus mengeluarkan modal terlebih dahulu (sekali lagi, di luar biaya akses internet).

Yang mula-mula harus kita lakukan adalah mencari domain gratisan yang mendukung perubahan DNS. Beberapa di antaranya adalah CO.CC dan UNI.CC. Apabila Anda membuat domain di kedua layanan tersebut, Anda akan mendapatkan alamat http://www.namadomain.co.cc dan http://www.namadomain.uni.cc. Silahkan pilih yang Anda suka. Personally, saya lebih memilih UNI.CC.

Langkah kedua adalah mencari layanan domain parking yang memperbolehkan kita memparkir domain-domain gratisan tersebut (yang sebenarnya adalah subdomain, jika Anda penasaran secara teknis). Lupakan Parked, karena subdomain dilarang oleh mereka (sudah saya konfirmasikan). Lupakan juga WhyPark, karena kita tidak mau keluar modal di awal.

Salah satu layanan domain parking yang cukup murah hati dan mau menerima kedua domain gratisan di atas adalah Park4Money. Ia lebih mirip dengan layanan WhyPark karena lebih sebagai penyedia content. Dalam P4M, kita bebas menentukan kategori content yang kita inginkan, layout situs, layout AdSense, dan setting Meta tag. Park4Money bahkan dapat menambahkan META tag verifikasi untuk Google Webmaster Tools dan Yahoo! Explorer, sehingga, ditambah dengan fiturnya yang menyediakan Sitemap, kita dapat melakukan submit ke dalam Google Webmaster Tools dan Yahoo! Explorer.

Setelah Anda mendaftar ke dalam Park4Money, jangan lupa untuk mengubah setting DNS dari domain gratisan Anda ke NS milik Park4Money. Berikut ini contoh tampilan situs yang diparkir di Park4Money:

Demo Parked4Money Images

Untuk promosi, apabila Anda ingin bertahan di sisi tanpa modal, caranya:

  1. Buatlah dummy blog. Baca infonya di sini dan di sini.
  2. Beri backlink dari situs-situs Anda yang lain.
  3. Pasang iklan di situs-situs iklan baris.

Mau mencoba?

Cara yang disebutkan di atas termasuk dalam kuadran II bisnis internet / AdSense yang saya tuliskan sebagai alternatif dalam menjadi tukang parkir. Untuk bisa sepenuhnya sukses di bisnis domain parking, mau tidak mau berpindah ke kuadran III dan IV adalah solusinya.

PS: Gambar diambil dari http://www.cartoonstock.com

Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 11 December 2007. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah separuh atau seluruh bagian dari isi.

Posted by admin, filed under Bisnis Online. Date: December 13, 2007, 7:03 am | No Comments »

« Previous Entries


Free Web Hosting  ---  Free Hit Counter