Mahfudz Siddiq
Pemimpin Daerah Harus Melakukan Lompatan Luar Biasa

Kewenangan yang begitu besar yang diberikan kepada pemerintah daerah hendaknya dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak disalahgunakan. Oleh karena itu, PKS mempunyai perhatian yang sangat besar dalam penyeleksian calon pemimpin.

PK-Sejahtera Online: Disaksikan ribuan massa kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera dalam acara deklarasi pencalonan Walikota dan Wakil Walikota Palembang serta calon Bupati Banyuasin, Minggu (11/11), Ustadz Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si menyampaikan orasi politiknya. Ustadz yang kini menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR RI ini membuka orasinya dengan menyampaikan bahwa fenomena dukung mendukung calon pemimpin daerah yang dilakukan oleh partai-partai politik belakangan ini seringkali ditanggapi sinis oleh masyarakat sebagai ajang untuk memperoleh kekuasaan semata. Namun beliau berpesan bahwa pandangan seperti ini hendaknya tidak menjadikan semangat kader surut dalam berjuang, melainkan harus menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi.

Ustadz Mahfudz juga menegaskan bahwa politik adalah sarana untuk mengatasi masalah kemiskinan dan masalah-masalah lain yang sedang melanda negeri ini. Dicontohkan beliau bahwa kesalahan dalam mengelola sistem politik dan pola kekuasaan di masa lampau yang sangat sentralistik telah menjadikan Jakarta sebagai ibukota negara, menjadi semerawut seperti sekarang ini. Saat ini Jakarta sedang menikmati efek negatif dari begitu besarnya kekuasaan di pusat selama bertahun-tahun. Masalah banjir dan kemacetan di ibu kota belum diperoleh solusinya hingga saat ini. Bahkan solusi-solusi yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut hanya memperparah kondisi saja.

Sejak reformasi bergulir sembilan tahun yang lalu, PK Sejahtera selalu mendorong agar terjadi perubahan pola kekuasaan di negeri ini. Fraksi PK Sejahtera menyarankan bahwa UU NO.34/2004 tentang Pemerintahan Daerah direvisi guna memperluas lagi kewenangan daerah dalam mengelola aset yang dimiliki agar tidak lagi dikuasai oleh pusat. Hal ini penting, agar apa yang dihasilkan daerah benar-benar gunakan untuk memajukan daerah itu sendiri. Ustadz Mahfudz menyampaikan bahwa pemberdayaan negeri ini harus dimulai dengan pemberdayaan daerah. Dengan memperluas kewenangan daerah, diharapkan masalah-masalah sosial, terutama kemiskinan, dapat diselesaikan seoptimal mungkin.

Akan tetapi kewenangan yang begitu besar yang diberikan kepada pemerintah daerah hendaknya dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak disalahgunakan. Langkah pertama untuk mencegah hal tersebut adalah dengan memilih pemimpin berjiwa visioner untuk melakukan lompatan-lompatan yang luar biasa bagi daerahnya. Oleh karena itu, PKS mempunyai perhatian yang sangat besar dalam penyeleksian calon pemimpin. Ustadz Mahfudz Siddiq mengutip QS An Nuur : 55 yang berbunyi :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An Nuur : 55).

Menurut beliau, berdasarkan ayat di atas, konsepsi tentang seleksi kepemimpinan dan bagaimana cara kerja pemimpin menurut pandangan PKS adalah sebagai berikut :

(1) QS. An Nuur : 55 menyatakan bahwa kepemimpinan itu adalah janji Allah yang akan diberikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Oleh karena itu, pilihan PK Sejahtera haruslah orang yang beriman dan beramal sholeh. Kepemimpinan itu hendaknya men-sinergi-kan ikhtiar manusia dan takdir Allah. Setelah berusaha semaksimal mungkin dalam memperjuangkan calonnya, semestinya setiap kader selalu menyempatkan diri bermunajat memohon pertolongan Allah. Setelah ikhtiar dan doa telah dilakukan, menang ataupun kalah bagi PKS tidaklah lagi menjadi masalah. Karena yang terpenting adalah niat, ikhtiar dan keridhoan Allah dalam perjuangan yang telah dilakukan.

(2) Dalam QS An Nuur : 55 juga disebutkan bahwa kepemimpinan itu punya 3 misi besar yaitu sebagai berikut :

· Kekuasaan digunakan untuk mengokohkan nilai-nilai kebenaran sesuai ajaran islam (dan mengayomi agama-agama lain). Nilai-nilai kebenaran itu sejatinya tidak pernah mempertentangkan politik dan agama. Keduanya dapat berjalan beriringan, bahkan politik yang mendasarkan diri pada nilai-nilai agama itulah politik yang dapat diharapkan untuk mensejahterakan rakyat. Ustadz Mahfudz mencontohkan, bahwa untuk seleksi kepemimpinan negara di negara se-sekuler Amerika Serikat pun, dogma-dogma gereja masih digunakan sebagai bahan pertimbangan.

· Kekuasaan hendaknya harus dapat mereformasi (merubah) kondisi-kondisi yang penuh kecemasan menuju keamanan dalam aspek apapun. Sebagai contoh, seorang pemimpin haruslah dapat membuat kecemasan akan kemiskinan yang melanda rakyatnya menjadi kesejahteraan.

· Kepemimpinan dan kekuasaan itu hendaknya juga dapat menjaga iklim religiusitas di tengah-tengah masyarakat. Seorang pemimpin harus bisa memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Kesejahteraan bertujuan agar rakyat lebih tenang dalam beribadah, sebab semakin banyak rakyat miskin, maka peluang untuk menjadi kufur akan semakin besar.

Pada akhir orasinya, Ustadz yang dulunya juga aktivis gerakan mahasiswa ini mendoakan agar semua calon yang telah dideklarasikan PK Sejahtera hari itu akan dijaga oleh Allah SWT serta dikuatkan oleh Allah komitmennya untuk berbuat lebih banyak untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di tengah-tengah rakyat. Amin. (Floren/PKS Sumatera Selatan)
Pengirim: Ningsih
Update: 14/11/2007 Oleh: Ningsih

Posted by admin, filed under DPP PKS. Date: November 14, 2007, 7:03 am | No Comments »

Untuk mengantisipasi lokasi-lokasi yang rawan banjir dan butuh pertolongan cepat, Hamid mengatakan akan ada kader PKS yang siaga di Posko Induk di DPW DKI Jakarta Jl Kwitang Raya No 14, Jakarta Pusat, Telp: 62-021-3906789. Selain itu, akan didirikan pula posko-posko banjir di masing-masing DPC(tingkat kecamatan).

PK-Sejahtera Online: Hujan yang terus menerus mengguyur Jakarta selama sepekan tak kuasa menahan air sehingga menyebabkan banjir. Menurut pantauan Posko Penanggulangan Bencana Partai Keadilan Sejahtera(P2B PKS), kelima wilayah DKI Jakarta akan terkena banjir.

Mengantisipasi hal tersebut P2B PKS DKI Jakarta telah menyiagakan seluruh kadernya untuk menanggulangi banjir. Sebelumnya, setiap akhir pekan selama tiga bulan terakhir, PKS rajin mengadakan pelatihan penanggulangan korban banjir.

“Antisipasi kita adalah mengadakan pelatihan penanggulangan banjir, penyiapan perahu-perahu karet, tenda-tenda pleton, dana-dana serta SDM,” ungkap Hamid Al-Jufrie, Ketua P2B PKS DKI Jakarta, Rabu(7/11), siang tadi.

Untuk mengantisipasi lokasi-lokasi yang rawan banjir dan butuh pertolongan cepat, Hamid mengatakan akan ada kader PKS yang siaga di Posko Induk di DPW DKI Jakarta Jl Kwitang Raya No 14, Jakarta Pusat Telp: 62-021-3906789. Selain itu, akan didirikan pula posko-posko banjir di masing-masing DPC(tingkat kecamatan).

Meski demikian, melihat pengalaman yang lalu, posko itu akan selalu bertambah sesuai dengan lokasi yang mengalami banjir. “Melihat banjir yang terakhir, posko PKS sendirinya akan selalu bertambah bahkan sampai ke tingkat RW. Intinya PKS siap menanggulangi banjir,” kata Hamid yakin.

Pengirim: Mohammad Yusuf
Update: 07/11/2007 Oleh: Mohammad Yusuf

Posted by admin, filed under DPP PKS. Date: November 8, 2007, 5:19 am | No Comments »

« Previous Entries


Free Web Hosting  ---  Free Hit Counter